Airspeed Indicator (ASI) Pada Flight Instrument Pesawat Udara

Posted on

#ASI #AirSpeed #Indicator #FlightInstrument #PesawatUdara #PesawatTerbang

Airspeed indacator | Airspeed berfungsi untuk menunjukkan kecepatan gerak pesawat terhadap udara di sekelilingnya.  Airspeed indacator (ASI) menggunakan pitot static system sebagai sumber tenaga penggeraknya.

Airspeed Indicator bekerja atas dasar tekanan static dan tekanan dinamis. Skala penunjukkan indicator dinyatakan dalam satuan “knot” atau “mph”.

air speed indicator

Keterangan  : 1 KNOT =  1 Nautical Mile Per Hour (ukuran Mil Laut) =  1,15 Mile Per Hour (MPH) → 1 MPH  =  1,609 KM/H =  6.080 Feet Per Hour

cara kerja airspeed indicator (ASI)

Cara kerja airspeed indicator (ASI)

Sebuah diaphragma dalam indicator dihubungkan dengan pitot tube melalui air pressure dynamic line. Apabila pesawat bergerak maju, maka tekanan udara dinamis masuk melalui lubang pitot tube, sehingga menyebabkan diaphragma mengembang. Mengembang dan mengempisnya diaphragma sesuai dengan besar kecilnya tekanan dinamis yang masuk melalui pitot tube.

Tekanan yang masuk dalam diafragma, disamping dinamis juga ada tekanan statis, kedua tekanan ini dinamakan tekanan pitot (pitot pressure).

Tekanan statis ini tidak tergantung pada kecepatan, jadi diafragma harus bebas dari pengaruh tekanan ini. Untuk menghilangkan pengaruh tekanan statis, diafragma ditempatkan dalam case instrument yang kedap udara dan dihubungkan dengan tekanan atmosfir melalui lubang static (static vent).

Dengan demikian static pressure yang terdapat dalam diafragma dinetralkan dengan static pressure yang berada di luar diafragma. Jadi diafragma hanya mengembang dan mengempis karena pengaruh tekanan dinamis saja.

mengembang dan mengempisnya diaphragma airspeed indicator (ASI)

Gerakan mengembang dan mengempisnya Diaphragma, diteruskan melalui sebuah tuas mekanik yang akan memutar Rocking Shaft, selanjutnya menggerakkan sektor bergigi.

gerakan dial pointer akibat tekanan dinamis dan static

Sektor bergigi akan menggerakkan jarum penunjukkan dial pointer pada Indicator.

Kesalahan-kesalahan pada airspeed indicator (ASI)

  • Instrument error. Adalah kesalahan yang disebabkan oleh kurang sempurnanya sistem transmisi atau sistem penggerak dalam indicator.
  • Position error atau installation error. Adalah kesalahan yang disebabkan oleh posisi atau kedudukan pitot tube tidak menghadap penuh ke arah aliran udara. Sehingga tekanan dinamis tidak sepenuhnya masuk kedalam pitot tube. Keadaan ini terjadi bila pesawat climbing, descending dan pada saat low speed.
posisi pitot head tidak sejajar dengan air flow
  • Compressibility error. Adalah kesalahan yang disebabkan oleh kecepatan pesawat yang terlalu tinggi. Pada kondisi ini, terjadi pemampatan udara di dalam rongga-rongga pitot tube. Pada kecepatan di bawah 250 Knots/450 Kilometer Per Jam, compressibility error dapat di abaikan. Tetapi pada Kecepatan tinggi harus diperhitungkan.

Istilah – istilah pada airspeed indicator (ASI) di antaranya Adalah  :

  • Indicated airspeed. Adalah besarnya kecepatan yang ditunjukkan oleh jarum pada airspeed indicator.
  • Calibrated airspeed. Adalah indicated airspeed yang sudah dikoreksi terhadap kesalahan–kesalahan indicator dan kesalahan kedudukan/position error.
  • Equivalent air speed. Adalah calibrated air speed yang sudah dikoreksi terhadap compressibility.
  • True air speed. Adalah equivalent air speed yang sudah dikoreksi terhadap kepadatan udara (density) dan suhu (temperature).

Baca juga artikel yang membahas tentang Vertical Speed Indicator (VSI) Pada Flight Instrument Pesawat Udara yang merupakan masih bagian dari flight instrument pesawat udara.

Gravatar Image

Belajar dan berusaha untuk berguna bagi sesama | Saling berbagi yuk