Fuel Quantity Indicating System Pada Instrument Pesawat Udara

Posted on

#Fuel #Engine #Quantity #IndicatingSystem #Instrument #PesawatUdara

Fuel quantity indicating | Fuel quantity indicating system berfungsi untuk mengetahui jumlah bahan bakar dalam tank pesawat udara.

Tujuan penunjukan fuel quantity adalah agar penerbang dapat mengoperasikan pesawatnya sesuai dengan jumlah bahan bakar yang ada.

fuel quantity indicating

Penunjukan jumlah bahan bakar biasa dalam satuan volume atau dalam satuan berat. Pada umumnya satuan fuel quantity yang digunakan adalah satuan berat. Penunjukan dalam Lbs, antara 0 – 420 Lbs.

Keuntungan menggunakan satuan berat adalah;

  • Satuan berat mengukur jumlah bahan bakar yang sebenarnya dapat dipakai untuk operasi suatu engine. Satuan berat tidak dipengaruhi oleh density (kepadatan) dan temperatur.
  • Berat bahan bakar dapat langsung memberikan gambaran dalam gross weight (berat keseluruhan) dari suatu pesawat.

Ada beberapa tipe fuel quantity indicating system yang berbeda dalam prinsip kerja dan konstruksinya. Sedangkan penggunaan dari tipe-tipe ini tergantung pada tipe pesawat dan sistem bahan bakarnya. Tipe fuel quantity indicating system berdasarkan prinsip kerja dan konstruksinya yaitu:

Direct reading Indicator

skema direct reading fuel quantity

Sistem ini menggunakan pelampung yang bergerak naik turun diatas permukaan fuel di dalam tank sebagai penggerak bevel gear untuk memutar magnet. Pada ujung lain diluar tank terdapat pointer yang terbuat dari magnet, sehingga pergerakan magnet dalam tank yang sesuai dengan tinggi rendahnya permukaan fuel akan diikuti oleh pointer untuk memberikan penunjukan jumlah fuel di dalam tank

DC electrical Indicator

skema electrical fuel quantity

Prinsip konstruksi fuel quantity indicating system yang menggunakan DC electrical terdiri dari pelampung, transmitting arm dan resistor. Pelampung bergerak naik turun sesuai dengan tinggi rendahnya permukaan bahan bakar di dalam tank, gerakan ini diteruskan oleh transmitter arm untuk menunjukkan besar kecilnya harga dari resistor.

Indicator yang digunakan adalah suatu moving magnet instrument. Perubahan jumlah fuel di dalam tank akan mengakibatkan perubahan harga tahanan dari transmitter, sehingga menyebabkan perubahan besar arus yang mengalir melalui coil A dan B pada indicator. Besar kecilnya arus pada coil tersebut akan menentukan besar kecilnya medan magnet yang timbul. Permanen magnet yang jadi satu dengan pointer akan bergerak ke arah coil yang mempunyai medan magnet lebih besar.

Pada keadaan kosong maka, nilai tahanan pada transmitter lebih besar dari tahanan R, arus listrik melalui coil A lebih besar, sehingga pointer bergerak ke arah E (Empty). Dalam keadaan setengah penuh, harga tahanan transmitter sama besar dengan R, sehingga arus listrik pada kedua coil mengalir sama besar, medan magnet yang timbul juga sama besar dan akibatnya posisi pointer berada di tengah – tengah. Apabila tank diisi penuh, maka nilai tahanan pada transmitter lebih kecil dari R, arus listrik yang mengalir melalui coil B lebih besar dan medan magnet yang timbul juga mengalir lebih besar, akibatnya pointer mengarah ke F (Full) dan satuan volume (gallon atau liter).

Kerugian fuel quantity indicating system yang menggunakan sistem DC electrical adalah;

  • Tank transmitter mempunyai komponen-komponen bergerak, hal ini dapat menyebabkan bahaya, khususnya kontak antara transmitter arm dan resistor yang dialiri arus listrik (bahaya percikan bunga api).
  • Penunjukkan tidak tepat dengan perubahan posisi dari pesawat.
  • Pemuaian bahan bakar di dalam tank akibat pertambahan temperature menjadikan penunjukkan indikator bertambah akan tetapi yang sebenarnya fuel quantity tidak tambah.

Capacitor fuel quantity indicator

capacitor fuel quantity

Dalam perkembangan, pengukuran fuel quantity mulai menggunakan capacitance bridge. Sistem ini menggunakan prinsip perubahan kapasitansi. Capasitance bridge adalah sebuah balanced circuit (rangkaian keseimbangan) yang terdiri dari; Inductor A-B, Capasitor C1, inductor B-C, Capasitor C2, dan indikator.

circuit electric capacitor fuel quantity

Apabila nilai dari kedua inductor dan kedua capasitor sama besar, maka jembatan tersebut dalam keadaan seimbang (balanced). Ini karena phase arus dari kedua rangkaian ini adalah 180 derajat satu sama lain, akibatnya tidak akan ada arus listrik yang mengalir melalui indikator.

ilustrasi capacitor fuel quantity

Besarnya nilai kapasitansi dari suatu capasitor dalam rangkaian tersebut tergantung pada:

  1. Luas permukaan dari plat capacitor.
  2. Jarak antar kedua plat.
  3. Besarnya dielektric constant (dielektrik konstanta) dari media pemisah kedua plat tersebut.

Capasitor ini yang dipakai untuk pengukuran jumlah bahan bakar dibuat dari dua buah plat atau lebih yang dibentuk melingkar berbentuk silinder (disebut dengan sensing probe) dimana plat bagian luar berlubang – lubang sehingga fuel dapat masuk diantara kedua plat.

Luas permukaan dari plat dan jarak antar kedua plat tersebut adalah tetap, jadi hanya dielektrik konstanta yang dapat berubah. Udara digunakan sebagai dielektrik pemisah apabila tank dalam keadaan kosong, dimana konstanta-nya satu, Pada fuel dalam kondisi penuh dan digunakan sebagai dielektrik pemisah pada, maka dielektrik konstant-nya sekitar dua.

penempatan capacitor fuel quantity

Apabila tank terisi penuh, probe akan mempunyai kapasitansi yang jauh lebih besar daripada waktu tank dalam keadaan kosong. Pada saat setiap terjadi perubahan isi tank antara penuh dan kosong akan memberikan suatu perubahan kapasitansi yang bertautan.

rangkaian fuel quantity system tipe DC capasitive

Apabila kapasitansi dari probe berubah karena perubahan permukaan fuel, maka amplifier akan menerima signal bahwa rangkaian bridge tidak seimbang. Amplifier akan memperbesar signal tersebut dan menghubungkannya pada motor servo dua phase pada indikator dan induktor pada transformator dari rangkaian bridge. Phase listrik pada induktor transmormator yang terhubung seri dengan capasitor akan bergeser 900. Motor servo ini tidak hanya memutar pointer, melainkan juga menggerakkan rebalancing potentiometer agar supaya pointer berhenti menunjuk pada posisi yang tepat setelah rangkaian bridge seimbang.

Baca juga artikel tentang Tachometer Indicator Pada Kelompok Engine Instrument Pesawat Udara yang masih membahas sekitaran tentang engine instrument pesawat udara.

Cara penyetelan rangkaian lengkap fuel quantity system tipe DC capasitive;

  1. Pertama : Tank dikosongkan, kemudian empty adjustment potentiometer digerakkan hingga indicator menunjuk pada posisi empty.
  2. Kedua : Tank diisi penuh, kemudian full adjustment potentiometer digerakkan hingga indicator menunjuk pada posisi full.

Gravatar Image

Belajar dan berusaha untuk berguna bagi sesama | Saling berbagi yuk